Bali is often seen as a beautiful paradise, but beneath its charm lies significant injustice faced by its women, particularly concerning the caste system. In "Tarian Bumi," Oka Rusmini explores these complexities, highlighting the restrictions imposed on women, such as a Brahmana woman being unable to marry lower-caste men and adhering to different speech patterns. This novel delves into the…
Kenanga, seorang perempuan muda Bali yang penuh impian dan ambisi. Ia cerdas, ulet, tapi juga keras hati. Baginya hidup adalah karier. Hubungannya yang begitu dekat dengan guru besarnya, justru membuat orang berpikir dia seorang perempuan yang menghalalkan segala cara untuk kariernya. Namun ambisi dan impian Kenanga rontok ketika seorang laki-laki menanamkan benih pada tubuhnya. Laki-laki itu B…
“Apakah hidup akan menyisakan sepotong kecil, seukuran kuku kelingking, sedikit saja, keinginanku yang bisa kutanam dan kusimpan sendiri? Hyang Widhi, apakah sebagai perempuan aku terlalu loba, tamak, sehingga Kau pun tidak mengizinkanku memiliki impian? Apakah kau laki-laki? Sehingga tak pernah kau pahami keinginan dan bahasa perempuan sepertiku?” * Sebelas cerita dalam buku kumpulan cerpe…
"Bali women, Luh, are not accustomed to voicing complaints. In this way, they become aware of their existence and the need to persevere. Their sweat is like fire; it fuels the smoke of the kitchen. They do more than just nurse the children born from their bodies."
"Tarian Bumi" is a compelling novel that weaves together themes of nature, culture, and resilience. Set in a small village nestled between majestic mountains and lush forests, the story follows the lives of its inhabitants as they confront the looming threat of modernization and environmental degradation. Central to the narrative is a young woman, Maya, who embarks on a journey to rediscover he…
Perempuan-perempuan dalam Tempurung terjebak dalam ikatan suci yang ganjil. Mereka berhadapan dengan kemerdekaan atas tubuhnya, persoalan agama, budaya, dan norma masyarakat. Perempuan-perempuan yang berhadapan dengan banyak ironi: mereka menginginkan ketenangan, anak, dan suami di tengah kejengahan institusi keluarga; mereka mencari cinta, kasih sayang di antara ambiguitas dan kegamangan hidup…